Get live statistics and analysis of dari BigBoss 🦍's profile on X / Twitter

The Influencer
Dari BigBoss is a dynamic Crypto Growth Expert who expertly blends branding and hype in the digital space. His tweets traverse various topics, showcasing his multifaceted interests from crypto insights to personal anecdotes, ensuring he keeps his audience engaged and coming back for more. With an impressive tally of over 110,000 tweets, his voice resonates in the vastness of the online community.
Dari BigBoss, you're like that one friend who's constantly on a diet but always brings dessert to the party—delivering hype one minute and recipes the next, keeping everyone guessing about whether they're at a crypto seminar or a potluck!
One of Dari's biggest wins is his knack for turning mundane interactions into notable discussions, as evidenced by his tweet on Korean BBQ which garnered massive engagement and established his influence across multiple topics.
Dari's life purpose revolves around demystifying the complexities of cryptocurrency while building an engaging community that thrives on shared knowledge and support.
He believes in the power of informed decision-making and continuous learning, advocating for personal responsibility in navigating the crypto landscape.
Dari's strength lies in his ability to engage a diverse audience by seamlessly connecting various topics, making complex subjects more accessible and relatable.
His tendency to diversify content can sometimes dilute focus, leading followers to wonder if they're following a crypto expert or a food critic on a whim.
To further grow his audience on X, Dari should consider hosting themed Twitter Spaces that dive deep into specific areas of interest, such as crypto trends or cultural insights, allowing him to attract niche followers while deepening community engagement.
Fun fact: Dari's culinary adventures are as popular as his crypto insights, suggesting that you might find him discussing shortplate recipes one moment and pump-and-dump strategies the next!
Top tweets of dari BigBoss 🦍
Replying to @tanyarlfes
Waktu ikut mata kuliah Bisindo, dosenku yang memang tuli lebih seneng disebut tuli, ya, gaisss. Mereka malah kurang nyaman disebut tuna karena arti "tuna" itu menunjukkan tidak mampu dan tidak dapat. Justru kita yang salah memahami dan menganggap tuna rungu lebih sopan, padahal
Replying to @tanyarlfes
Perempuan itu tidak ada kewajiban untuk bekerja, Nder. Karena setelah menikah, tanggung jawab perempuan itu ada di bahu suaminya. Sebelumnya, tanggung jawab kemarin diemban sama Bapaknya si perempuanya. Kalo iparmu memutuskan untuk bekerja, dan membiarkan suaminya jadi BRT,
Replying to @tanyakanrl
Ceu, kalo belum dewasa banget dan belum paham pola pikir laki-laki, mending gak pacaran dulu. Bener. Banyak banyak baca jurnal, ya, Ceu. Laki-laki memang butuh saat untuk DIAM dan TIDAK MELAKUKAN APA APA lebih banyak dari perempuan. Ada penelitian ilmiahnya. Sok. Iqro. Itulah
Replying to @tanyarlfes
Lebih ke adab bertetangga ya. Tetangga gak mungkin sirik, wong rumahnya dia di cluster harga rata rata 4M. Jadi yang punya mobil di situ bukan dia doang. Yang lainnya di cluster rumah itu juga tajir melintir. Siapa yang ga ngamuk kalo jalan umum dipake parkir? Ga inget banyak
Replying to @tanyakanrl
Stigma kayak gini yang bikin laki laki akhirnya butuh pelampiasan dari segala emosinya, mulai dari ngerokok, sibuk judol, dan mancing ikan gak tau waktu sampe gak inget anak istri. Padahal, laki laki emosinya juga butuh divalidasi. Dia bisa sedih, marah, ngamuk, nangis, karena
Replying to @tanyakanrl
Kenapa demam? Karena itu respon tubuh anak ketika “berkenalan” dengan virus yang dilemahkan. Vaksin itu isinya kan bakteri dan virus yang dilemahkan. Jadi, kalo anak sudah “kenalan” dengan virus ini, antibodinya sudah punya “memori” cara nyembuhinnya kayak gimana. Simple-nya,
Replying to @AREAJULID
Gak kebayang perasaan ibunya. Jangan dijulidin ya gais ibunya juga pasti ngerasa bersalah banget. Jadi ibu muda emang gak mudah, apalagi harus berjibaku dengan keluarga yang lebih tua, yang merasa lebih paham cara mendidik anak, dan selalu bilang “orang dulu aja gapapa kok kalo
Replying to @tubirfess
Aku pernah kerja bareng beliau karena nulis script untuk webseries kami. Beliau anak yang ceria dan selalu menebar tawa, perjalanan kami waktu syuting di Surabaya sangat menyenangkan. Beliau gak pernah lelah menghibur kami sepanjang perjalanan dari Jakarta - Surabaya. Bahkan
Replying to @tanyarlfes
Berdoa yang kenceng semoga dosen kita dan anak-anak kita nanti gak dapat dosen yang riweuh sendiri. Urusin aja kasih tanda tangan mahasiswa gak pake drama, gausah dipersulit ala ala, daripada ngurusin beginian. Bisa membiayai anak kuliah itu luar biasa loh perjuangannya, kalo
Replying to @tanyarlfes
Jujur, aku gak pengen julid. Pengen normalisasi pumping di mana-mana, tapi kita gak bisa maksain orang lain buat gak mesum sama emak-emak yang lagi pumping. Mereka emang jahat udah mikir mesum. :( Tapi, sebagai emak-emak yang menyusui, kita bisa menyediakan pumping yang proper
Replying to @kabarheboh01 @kabarheboh13
Menurutku gini, apapun rezekinya, berapapun jumlahnya, apapun merknya, dan kalo itu gratis, bersyukur aja nggak, sih? Aku juga sering baca keluhan orang-orang yang sering bagi-bagi dana kaget gitu di sosmed, dia juga di bully karena bagi-bagi daget biasanya kan random, dan ada
Replying to @tanyakanrl
Kehamilan dan proses melahirkan itu memang kompleks, Nder. Setelah lahiran pun, jangan harap drama bisa selesai, karena drama menyusui lebih heboh lagi. Makanya itu, temukan pasangan yang tepat untuk menemani kamu dalam proses yang tidak mudah itu. Kenapa dari awal kita harus
Replying to @tanyarlfes
Aku make up untuk diriku sendiri. Aku skincare-an untuk diriku sendiri. Aku berpendidikan untuk diriku sendiri. Aku bangun karir untuk diriku sendiri. Aku pakai baju dress up cantik untuk diriku sendiri. Aku perawatan rambut untuk diriku sendiri. Bukan buat bikin kamu terkesan,
Replying to @tanyakanrl
Nyari perempuan gemati dan pandai mengurus orangtua itu gak mudah, Nder. Sama orangtuanya aja dia peduli, apalagi sama suami dan anaknya nanti. Perempuan kayak gini yang biasanya nanti ngurusin mertua, yang bahkan keluarga suami aja gak ada yang peduli. Sayangnya, perempuan
Replying to @dariibigboss @tanyarlfes
Sekalian kuliah umum 1 SKS, Nder. WKWKWK. Kalo iparmu beneran jahat, maaf ya, dia pasti merendahkan harga diri abangmu di depan keluarga abangmu—bahkan di depan keluarga si cewek juga. Tapi, kalo dia gak ngelakuin itu, dia mau kerja keras demi keluarga, dia gak masalah
Replying to @janghkar
KESALAHAN DALAM PERNIKAHAN YANG GAK BISA DIMAAFIN ADALAH KDRT DAN SELINGKUH. KALO UDAH SPEAK UP KE SOSMED PLISSSSS JANGAN BALIKAN KAKKKKK KASIAN NETIZEN UDAH BELAIN KAKAK SOALNYA. YANG UDAH UDAH SELEBGRAM PADA SPEAKUP ENDINGNYA MALAH BALIKAN MANA UPDATE DI SOSMEDNYA BISA YURA
Replying to @tanyarlfes
Maaf, tapi perempuan juga males sama laki-laki yang kalimatnya selalu negatif kayak gitu. Karena cewek aja berjuang keras biar dapet kerjaan, biar bisa megang duit, biar bisa jajan apapun yang dia mau. Minimal lakinya juga affirmasi positif, kek. "Maaf, ya, aku pasti usaha dan
Replying to @kegblgnunfaedh
Diemin aja, sih, kalo aku. Sama kayak ucapan percuma sekolah tinggi-tinggi ujung ujungnya juga di dapur. Ini jahat banget sih. Padahal, menurutku nggak ada ilmu yang sia-sia loh. Seorang Ibu yang berpendidikan akan membesarkan generasi emas. Pun kalo kamu kuliah dan gajinya UMR,
Replying to @jogmfs
Yang rumahnya kayak gini sebenernya old money dan tanah serta sawahnya banyak. Jangan anggap remeh nder. Belum lagi warisan dari kakek neneknya. Sebagai mantan warga 021 yang sekarang tinggal di kawasan pedesaan Sleman, gue paham banget orang desa yang sebenernya kaya rata rata
Replying to @tanyakanrl
Kasian, ya, Aaliyah sumpah. Dia diem aja kayaknya salah loh. Padahal dia juga nggak ngapa-ngapain. Segala dibilang Aaliyah salah circle laaaah. Numpang tenarlah. Yang ngehujat pada tau gak sih bokap nyokapnya dia itu dulu pasutri nge hits di zamannya. Karena almarhum bokapnya
Replying to @febrinasugianto
Hebat banget Mama Pau bisa bertahan sejauh itu, ya, sama mas artis. Kalo aku mah mbok uwis lepas sekalian dan kerja keras demi anak. Padahal branding di mana-mana kelihatan senang memberi, hobi give away, tapi sama istri sendiri yaaaaaaampun sedih banget :( Tapi ada loh beneran
Replying to @kekocakanxx @kekocakanx
Di balik kekocakan Umi, sebenar-benarnya Umi hanya orangtua pada umumnya, yang selalu merayakan anaknya bahkan dari hal-hal terkecil. Walaupun bikin ngakak beneran, semoga orangtua kita juga seperti Umi Geni Faruk , yang kerap merayakan dan membanggakan anaknya dalam berbagai
Replying to @tanyakanrl
Isham bin Mail. Abangnya Mail yang juga sudah lulus universitas. Ditambah well educated juga, emang cocok sama anak pertama yang dikit-dikit ngamukan. WKWKWKWKW. Keluarga mereka didikan soal duitnya bagus banget ya, salut sama keluarga kayak gini, bahwa sejak kecil, anak emang
Replying to @tanyarlfes
Sini masuk Jurusan Sastra Indonesia FIB, supaya aku kasih paham kalo KBBI tuh dimutakhirkan setiap 5 tahun sekali untuk yang CETAK, kalo yang DARING setiap 6 bulan sekali. Bahasa Indonesia justru kaya kosakata, karena dapat serapan dari Melayu, Belanda, Arab, Jerman, Prancis,
Replying to @tanyarlfes
Semangaaaat afirmasi positif yuk. “Aku bisa punya tabungan yang banyak. Aku bisa mencukupi kebutuhanku. Aku bisa memenuhi kebutuhan keluargaku. Tuhan pasti akan jawab semua doa baikku dan aku akan tercengang melihat uangku yang begitu banyak, tak habis seperti hujan deras.”
Replying to @griffinarks
Ini yang terpenting: Carilah laki-laki yang kelak akan memperjuangkan kamu juga di depan keluarganya. Menantu perempuan dan mertua perempuan udah kodratnya nggak akur. Mereka baru bisa akur kalo suamimu menjembatani. Kalau kamu doang yang berjuang, pasti habis diinjak-injak.
Replying to @tanyakanrl
Kenapa kamu bisa kecewa sama kondisi ekonomi dia? Kamu pengennya dia setara sama kamu? Kalo dia bikin kecewa kamu karena akhirnya jujur soal kondisi ekonominya dia, dan kamu merasa dia gak setara buat kamu, gapapa, Nder, tinggalin aja. Daripada kamu ulang ulang masalah ini terus
Replying to @tanyarlfes
Sebenarnya, pacaran dengan orang yang ekonominya setara itu untuk "merawat" ekspektasi kita. Ini bukan soal egois atau enggak, tapi manusia pasti ingin take and give kan. Misalnya, gaji kamu 20 juta, dia juga 20 juta. Effort kamu ke dia buat nge-date 2 juta, kamu pun berharap



