Get live statistics and analysis of Vazkez King ⚜️'s profile on X / Twitter

The Influencer
Meet Vazkez King ⚜️, the digital dynamo in the crypto universe! With a knack for sharing thought-provoking insights on blockchain strategies and Web3 trends, Vazkez commands the attention and admiration of his followers while encouraging them to dive into the ever-evolving world of cryptocurrency!
Vazkez claims to be a crypto influencer, yet I’ve seen him get more likes on a BBQ recipe than on a Friday night pump and dump scheme. Who knew grilling could be more profitable than holding the latest altcoin?
One of his biggest wins includes successfully launching a community initiative aimed at educating young adults on cryptocurrency and blockchain, helping to demystify the technology for future generations!
To empower individuals and businesses to embrace blockchain technology and maximize their potential in the Web3 space, all while sharing the latest trends and insights.
Vazkez believes in the transformative power of cryptocurrency, advocating for its accessibility and usage as a tool for financial empowerment and innovation. He also holds strong opinions on social responsibility, evident in his engagement with topics ranging from personal development to gender roles.
Vazkez's strengths include his extensive knowledge of cryptocurrencies, ability to engage and connect with a wide audience, and a talent for creating shareable content that resonates with followers both in and out of tech.
He occasionally veers into topics that may alienate some followers, leading to potential disconnects from certain segments of his audience. His passion for crypto might also overwhelm newcomers who are still learning the ropes!
To grow his audience on X, Vazkez should consider diversifying his content by mixing in educational threads about cryptocurrency basics alongside his insights, perhaps even hosting Twitter Spaces to facilitate discussions and Q&A sessions with his followers.
Fun fact: Vazkez's most liked tweet is a secret recipe for Korean BBQ bulgogi, proving that when he's not analyzing crypto trends, he's whipping up culinary delights!
Top tweets of Vazkez King ⚜️
Replying to @tanyarlfes
Waktu ikut mata kuliah Bisindo, dosenku yang memang tuli lebih seneng disebut tuli, ya, gaisss. Mereka malah kurang nyaman disebut tuna karena arti "tuna" itu menunjukkan tidak mampu dan tidak dapat. Justru kita yang salah memahami dan menganggap tuna rungu lebih sopan, padahal
Replying to @tanyarlfes
Perempuan itu tidak ada kewajiban untuk bekerja, Nder. Karena setelah menikah, tanggung jawab perempuan itu ada di bahu suaminya. Sebelumnya, tanggung jawab kemarin diemban sama Bapaknya si perempuanya. Kalo iparmu memutuskan untuk bekerja, dan membiarkan suaminya jadi BRT,
Replying to @tanyakanrl
Ceu, kalo belum dewasa banget dan belum paham pola pikir laki-laki, mending gak pacaran dulu. Bener. Banyak banyak baca jurnal, ya, Ceu. Laki-laki memang butuh saat untuk DIAM dan TIDAK MELAKUKAN APA APA lebih banyak dari perempuan. Ada penelitian ilmiahnya. Sok. Iqro. Itulah
Replying to @tanyarlfes
Lebih ke adab bertetangga ya. Tetangga gak mungkin sirik, wong rumahnya dia di cluster harga rata rata 4M. Jadi yang punya mobil di situ bukan dia doang. Yang lainnya di cluster rumah itu juga tajir melintir. Siapa yang ga ngamuk kalo jalan umum dipake parkir? Ga inget banyak
Replying to @tanyakanrl
Stigma kayak gini yang bikin laki laki akhirnya butuh pelampiasan dari segala emosinya, mulai dari ngerokok, sibuk judol, dan mancing ikan gak tau waktu sampe gak inget anak istri. Padahal, laki laki emosinya juga butuh divalidasi. Dia bisa sedih, marah, ngamuk, nangis, karena
Replying to @tanyakanrl
Kenapa demam? Karena itu respon tubuh anak ketika “berkenalan” dengan virus yang dilemahkan. Vaksin itu isinya kan bakteri dan virus yang dilemahkan. Jadi, kalo anak sudah “kenalan” dengan virus ini, antibodinya sudah punya “memori” cara nyembuhinnya kayak gimana. Simple-nya,
Replying to @AREAJULID
Gak kebayang perasaan ibunya. Jangan dijulidin ya gais ibunya juga pasti ngerasa bersalah banget. Jadi ibu muda emang gak mudah, apalagi harus berjibaku dengan keluarga yang lebih tua, yang merasa lebih paham cara mendidik anak, dan selalu bilang “orang dulu aja gapapa kok kalo

